Dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram, keberadaan bibit menjadi salah satu kebutuhan utama sebelum memulai usaha yang perlu anda persiapkan sebaiknya mungkin. Sebab, dengan bermodalkan bibit jamur yang berkualitasnya bagus maka hasil panen yang akan anda dapatkan juga bisa maksimal. Namun, sebaliknya bila bibit jamur yang anda gunakan kualitasnya kurang bagus maka bisa di pastikan hasil panen jamur yang di dapatkan juga belum bisa maksimal.
Untuk membantu anda mempersiapkan bibit, berikut kami informasikan teknik pembuatan bibit jamur yang bisa anda lakukan sebelum memulai usaha.
Bibit Jamur F1
Proses pembibitan f1 dilakukan dengan mengambil spora langsung dari indukan jamur dewasa. Spora bisa anda ambil di kantong spora yang terletak pada ujung basidia. Yang dimaksud dengan basidia sendiri adalah bagian tubuh dari jamur yang terletak pada sekat-sekat atau bilah-bilah jamur dewasa. Untuk teknik pembibitan f1 anda bisa menggunakan media potatoes Dextorse Agar (PDA) untuk menghasilkan kultur murni jamur konsumsi. Biasanya dari satu tabung bibit f1 bisa digunakan untuk memulai usaha jamur skaala menengah.
Log botol merupakan tahap adaptasi awal/peralihan miselium jamur tiram dari media PDA ( Potato Dextrose Agar) ke media produksi yang berupa serbuk kayu : Jagung : Beras Merah : Gula Putih : NPK (tambahan) : Air secukupnya dengan perbandingan 100 : 100 : 25 : 4 : 1
Proses pembuatannya :
Campurkan semua bahan ke dalam panci kemudian di masukkan seperti menanak nasi
Setelah matang kemudian dinginkan dan masukkan ke dalam botol sebanyak 3/4 volume botol
tutup botol dengan menggunakan plastik tahan panas
Sterilisasi menggunakan autoklaf/panci presto selama 20-30 menit
Log botol yang telah steril selanjutnya diinokulasi dengan menggunakan miselium jamur tiram yang terdapat pada medium PDA
Bibit Jamur f2 (Bibit Tebar)
Setelah bibit f1 berhasil di produksi, satu tabung bibit f1 yang di hasilkan bisa di turunkan menjadi 40 botol bibit f2 proses ini dilakukan dengan memasukan PDA (Potatoes Dextorse Agar) ke media lain berupa biji-bijian untuk memperbanyak miselium. Beberapa jenis biji-bijian yang bisa anda gunakan misalnya saja seperti gandum, sorgum, atau jagung yang kemudian di kemas dengan menggunakan botol.
Tampilkan postingan dengan label olahan jamur tiram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahan jamur tiram. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Maret 2016
Selasa, 29 Maret 2016
Cara Membuat Bibit Jamur Tiram
Cara membuat bibit jamur tiram f1 dan f2 mudah dan sederhana dengan media serbuk kayu
Media pembuatan bibit f1 dan f2 pada dasarnya sama hanya sumber bibitnya yang membedakan
1. Siapkan bahan baku
- Serbuk gergaji 2kg (sudah diayak) rendam dengan air bersih (jangan gunakan air PDAM) selama 12-24 jam
- Dedak halus 0,5kg yang masih bagus
- kapur (CaCO3) 2 sendok makan
- Air secukupnya
- Bibit jamur f0 atau f1
- Alkohol 70% atau 95%
- Kertas dan karet gelang
- biji-bijian (biji gabah, jagung sorgum milet dll) gunakan kurang lebih 0,5kg
2. Peralatan
- botol warna bening (botol saos sambal, botol sosro atau botol sirup)
- kompor gas
- korek gas
- Autoclap (dapat diganti dengan panci biasa atau langsung di open bersamaan dengan baglog)
- Perlengkapan lain
3. Cara Membuat
- Rendam serbuk gergaji dengan air bersih ( jangan menggunakan air PDAM) selama 12-24 jam tiriskan airnya 1 jam
- Campur serbuk gergaji yang sudah di tiriskan dengan dedak 0.5kg dan kapur sendok makan
- Aduk bahan tersebut tambahkan sedikit air campur sampai benar-benar rata
4. Tes kandungan airnya dengan cara
*dikepal jika keluar airnya tandanya kebanyakan air tambahkan sedikit dedak
*dekepal dilepas pecah tandanya kekurangan air tambahkan sedikit air
*dikepal dilepas menggumpal tandanya pas kandungan airnya
5. Media yang sudah tercampur masukkan dalam botol padatkan
6. Bersihkan luarnya dengan air dan di lap
7. Tutup dengan kertas 2 lapis ikat dengan karet gelang
8. Masukkan kedalam autoclap (untuk di seterilkan) dengan suhu 125 derajat celcius selama 1 jam atau panci pengukus selama 2 jam
9. keluarkan dan dinginkan selama kurang lebih 3 jam
10. bersihkan sumpit pengaduk seterilkan dengan korek gas atau dengan alkohol 95%
11. buka tutup botol masukkan bibit jamur setengah sendok makan, padatkan dan tutup botol kembali
*1 botol bibit f0 diturunkan akan menjadi 35 botol f1 (khusus produk kami)
*1 botol bibit f1 di turunkan akan menjadi 40 botol f2 (jika menggunakan botol saos)
12. Simpan pada suhu dingin dan lembab pada suhu 26-29 derajat celcius
*Umur 10 hari akan tumbuh mesilium 10-20%
*Umur 25-30 hari dapat tumbuh 100% mesilium dapat disemai
*Umur 30-40 hari mesilium akan tumbuh jamurnya masih bisa di gunakan cabut jamurnya, buang sekitar tumbuh jamur 10% tetapi kualitas bibit berkurang
*Umur 40 hari lebih masa kadaluarsa jamur ( jangan digunakan )
Media pembuatan bibit f1 dan f2 pada dasarnya sama hanya sumber bibitnya yang membedakan
1. Siapkan bahan baku
- Serbuk gergaji 2kg (sudah diayak) rendam dengan air bersih (jangan gunakan air PDAM) selama 12-24 jam
- Dedak halus 0,5kg yang masih bagus
- kapur (CaCO3) 2 sendok makan
- Air secukupnya
- Bibit jamur f0 atau f1
- Alkohol 70% atau 95%
- Kertas dan karet gelang
- biji-bijian (biji gabah, jagung sorgum milet dll) gunakan kurang lebih 0,5kg
2. Peralatan
- botol warna bening (botol saos sambal, botol sosro atau botol sirup)
- kompor gas
- korek gas
- Autoclap (dapat diganti dengan panci biasa atau langsung di open bersamaan dengan baglog)
- Perlengkapan lain
3. Cara Membuat
- Rendam serbuk gergaji dengan air bersih ( jangan menggunakan air PDAM) selama 12-24 jam tiriskan airnya 1 jam
- Campur serbuk gergaji yang sudah di tiriskan dengan dedak 0.5kg dan kapur sendok makan
- Aduk bahan tersebut tambahkan sedikit air campur sampai benar-benar rata
4. Tes kandungan airnya dengan cara
*dikepal jika keluar airnya tandanya kebanyakan air tambahkan sedikit dedak
*dekepal dilepas pecah tandanya kekurangan air tambahkan sedikit air
*dikepal dilepas menggumpal tandanya pas kandungan airnya
5. Media yang sudah tercampur masukkan dalam botol padatkan
6. Bersihkan luarnya dengan air dan di lap
7. Tutup dengan kertas 2 lapis ikat dengan karet gelang
8. Masukkan kedalam autoclap (untuk di seterilkan) dengan suhu 125 derajat celcius selama 1 jam atau panci pengukus selama 2 jam
9. keluarkan dan dinginkan selama kurang lebih 3 jam
10. bersihkan sumpit pengaduk seterilkan dengan korek gas atau dengan alkohol 95%
11. buka tutup botol masukkan bibit jamur setengah sendok makan, padatkan dan tutup botol kembali
*1 botol bibit f0 diturunkan akan menjadi 35 botol f1 (khusus produk kami)
*1 botol bibit f1 di turunkan akan menjadi 40 botol f2 (jika menggunakan botol saos)
12. Simpan pada suhu dingin dan lembab pada suhu 26-29 derajat celcius
*Umur 10 hari akan tumbuh mesilium 10-20%
*Umur 25-30 hari dapat tumbuh 100% mesilium dapat disemai
*Umur 30-40 hari mesilium akan tumbuh jamurnya masih bisa di gunakan cabut jamurnya, buang sekitar tumbuh jamur 10% tetapi kualitas bibit berkurang
*Umur 40 hari lebih masa kadaluarsa jamur ( jangan digunakan )
Minggu, 27 Maret 2016
CARA PANEN JAMUR TIRAM
Panen merupakan kegiatan yang paling tunggu-tunggu oleh para petani budidaya jamur tiram, namun panen bukanlah merupakan kegiatan akhir dari proses budidaya jamur masih ada kegiatan penanganan pasca panen jamur tiram. Melalui postingan artikel berikut ini saya akan mencoba berbagi bagaimana cara melakukan panen dan penanganan pasca panen jamur.
Perlu di ketahui bahwa pemanenan yang benar sangat berpengaruh terhadap kualitas jamur yang di panen, termasuk di dalamnya adalah kualitas dan daya tahan jamur yang di panen. Teknik memanen jamur yang tidak benar dapat mengakibatkan kerusakan media tumbuhnya jamur yang pada akhirnya akan mengurangi produktifitas jamur yang dibudidayakan.
Demikian juga dengan penanganan pasca panen dapat mempengaruhi kualitas jamur, apabila penanganannya yang dilakukan tidak benar dapat menyebabkan kualitas jamur menjadi kurang baik. Sebagai contoh cara pengemasan dan penyimpanannya yang kurang baik menjadikan jamur cenderung rusak dan tidak menarik.
PANEN JAMUR TIRAM
Pemanenan jamur tiram harus dilakukan pada saat yang tepat agar di peroleh kualitas jamur yang benar-benar baik. Sebelum memanen jamur kita harus mengetahui ciri-ciri jamur yang sudah siap panen, ciri-cirinya adalah:
1. Tudung jamur belum mekar penuh(ditandai pada bagian tudung jamur masih terlihat utuh/belum pecah-pecah)
2. Warna belum pudar
3. Spora belum dilepaskan
4. Tekstur masih kokoh dan lentur
5. Ukuran jamur yang siap panen rata-rata berdiameter 5-10 cm.
Ciri-ciri Jamur Tiram Sudah Tua
Selain mengetahui ciri-ciri jamur siap panen kita juga harus mengetahui ciri-ciri jamur yang sudah tua yang memiliki kualitas kurang bagus untuk konsumsi, ciri-cirinya adalah:
1. Tudung sudah mekar penuh (ditandai pada bagian tudung sudah bergelombang/pecah-pecah)
2. Warna Putih mulai memudar (kekuning-kuningan)
3. Spora sudah beterbangan
4. Tekstur lembek dan berair
Pada intinya kita memanen jamur pada saat usia jamur masih muda, karena jamur yang sudah tua berkurang kualitasnya, jamur yang lebih muda memiliki daya tahan lebih lama daripada jamur yang sudah tua karena kandungan airnya lebih sedikit, kondisi jamur yang masih fresh menjadikan rusaknya jaringan lebih lama daripada yang tua dan konsumen lebih suka jamur yang masih fresh dan muda.
Perlu di ketahui bahwa pemanenan yang benar sangat berpengaruh terhadap kualitas jamur yang di panen, termasuk di dalamnya adalah kualitas dan daya tahan jamur yang di panen. Teknik memanen jamur yang tidak benar dapat mengakibatkan kerusakan media tumbuhnya jamur yang pada akhirnya akan mengurangi produktifitas jamur yang dibudidayakan.
Demikian juga dengan penanganan pasca panen dapat mempengaruhi kualitas jamur, apabila penanganannya yang dilakukan tidak benar dapat menyebabkan kualitas jamur menjadi kurang baik. Sebagai contoh cara pengemasan dan penyimpanannya yang kurang baik menjadikan jamur cenderung rusak dan tidak menarik.
PANEN JAMUR TIRAM
Pemanenan jamur tiram harus dilakukan pada saat yang tepat agar di peroleh kualitas jamur yang benar-benar baik. Sebelum memanen jamur kita harus mengetahui ciri-ciri jamur yang sudah siap panen, ciri-cirinya adalah:
1. Tudung jamur belum mekar penuh(ditandai pada bagian tudung jamur masih terlihat utuh/belum pecah-pecah)
2. Warna belum pudar
3. Spora belum dilepaskan
4. Tekstur masih kokoh dan lentur
5. Ukuran jamur yang siap panen rata-rata berdiameter 5-10 cm.
Ciri-ciri Jamur Tiram Sudah Tua
Selain mengetahui ciri-ciri jamur siap panen kita juga harus mengetahui ciri-ciri jamur yang sudah tua yang memiliki kualitas kurang bagus untuk konsumsi, ciri-cirinya adalah:
1. Tudung sudah mekar penuh (ditandai pada bagian tudung sudah bergelombang/pecah-pecah)
2. Warna Putih mulai memudar (kekuning-kuningan)
3. Spora sudah beterbangan
4. Tekstur lembek dan berair
Pada intinya kita memanen jamur pada saat usia jamur masih muda, karena jamur yang sudah tua berkurang kualitasnya, jamur yang lebih muda memiliki daya tahan lebih lama daripada jamur yang sudah tua karena kandungan airnya lebih sedikit, kondisi jamur yang masih fresh menjadikan rusaknya jaringan lebih lama daripada yang tua dan konsumen lebih suka jamur yang masih fresh dan muda.
Sabtu, 26 Maret 2016
CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM (LANJUTAN)
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa di buat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan di budidayakan.
Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
- Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
- Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung
- Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk di tumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.
Menyiapkan Baglog
Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog di bungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya di beri lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun, bagi petani pemula atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog di beli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Cara Merawat Baglog
Terdapat 2 cara menyusun baglog jamur tiram dalam rak, yakni di letakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara ini memiliki kelebihan masing-masing. Baglog yang di susun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.
Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
- Sebelum baglog di susun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebig 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
- Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruan pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu di siram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
- Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24 derajat Celcius.
Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
- Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
- Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung
- Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk di tumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.
Menyiapkan Baglog
Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog di bungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya di beri lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun, bagi petani pemula atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog di beli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Cara Merawat Baglog
Terdapat 2 cara menyusun baglog jamur tiram dalam rak, yakni di letakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara ini memiliki kelebihan masing-masing. Baglog yang di susun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.
Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
- Sebelum baglog di susun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebig 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
- Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruan pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu di siram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
- Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24 derajat Celcius.
Kamis, 24 Maret 2016
Olahan Jamur Tiram
Di antara jenis jamur yang dapat di konsumsi, jenis jamur tiram yang sangat saya kuasai, kenapa? karena terbukti dengan banyaknya olahan makanan yang bahan dasarnya terbuat dari jamujr tiram yang sangat diminati banyak orang.
Bahkan di kota besar sudah banyak pedagang yang memakai roda di pinggir jalan yang menjual jamur tiram krispi dengan berbagai macam rasa. Jamur tiram walaupun sering dijadikan menu masakan tapi tidak sedikit juga jamur ini di olah menjadi makanan ringan.
Dengan tingginya minat masyarakat Indonesia bahkan luar negeri mengkonsumsi jamur tiram ini menyebabkan kebutuhan akan jamur tiram menjadi meningkat, terutama bagi para pemilik restoram yang dimana daftar menunya selalu menghadirkan olahan jamur tiram.
Dengan keadaan seperti itu maka tidak heran banyak orang yang melirik cara budidaya jamur tiram ini. dengan tujuan untuk membudidayakan (home industri). Hal ini bisa menjadi ladang usaha baru bagi siapapun dan dimanapun yang ingin menekuni budidaya jamur tiram ini.
Untuk anda yang tertarik pada peluang usaha olahan jamur tiram tersebut kami infokan sistem pemrosesan keripik jamur tiram yang dapat di buat menjadi alternatif sebagai inspirasi usaha. Hubungi 0822-5282-8757.
Sebelum menjadikan keripik jamur kita siapkan dulu bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu:
Bahan yang perlu disiapkan :
- 500 gram jamur tiram putih yang masih segar
- 100 gram tepung beras putih
- 250 gram tepung maizena
- 1 butir telur ayam
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu yang di gunakan:
- 1/2 sendok makan ketumbar
- 1 sendok makan garam
- 4 siung bawang putih
Langkah pembuatan jamur tiram sebagai berikut:
1. bersihkan jamur crispy lalu peras airnya dengan cara perlahan-lahan, selepas itu suwir-suwirkan
2. ulek seluruhnya bumbu yang akan digunakan untuk membuat rasa
3. pada satu wadah anda satukan tepung maizena serta tepung beras, campur seluruhnya, lalu pisahkan
4. kocok telur pada mangkok. Lalu, masukkan bumbu halus dan aduk rata
5. tuangkan bumbu pada kombinasi tepung serta beri air secukupnya. Aduk adonan hingga rata
6. oleskan jamur atau langsung ceburkan seluruhnya, pastikan bumbu melapisi jamur dengan rata
7. Terakhir, panaskan minyak serta goreng sampai berwarna kekuningan, angkat lalu tiriskan. Jangan lupa untuk menyimpannya di tempat yang kering atau plastik yang kedap udara, tujuannya agar keripik jamur tiram supaya tetap crispy.
Selamat Mencoba :)
Bahkan di kota besar sudah banyak pedagang yang memakai roda di pinggir jalan yang menjual jamur tiram krispi dengan berbagai macam rasa. Jamur tiram walaupun sering dijadikan menu masakan tapi tidak sedikit juga jamur ini di olah menjadi makanan ringan.
Dengan tingginya minat masyarakat Indonesia bahkan luar negeri mengkonsumsi jamur tiram ini menyebabkan kebutuhan akan jamur tiram menjadi meningkat, terutama bagi para pemilik restoram yang dimana daftar menunya selalu menghadirkan olahan jamur tiram.
Dengan keadaan seperti itu maka tidak heran banyak orang yang melirik cara budidaya jamur tiram ini. dengan tujuan untuk membudidayakan (home industri). Hal ini bisa menjadi ladang usaha baru bagi siapapun dan dimanapun yang ingin menekuni budidaya jamur tiram ini.
Untuk anda yang tertarik pada peluang usaha olahan jamur tiram tersebut kami infokan sistem pemrosesan keripik jamur tiram yang dapat di buat menjadi alternatif sebagai inspirasi usaha. Hubungi 0822-5282-8757.
Sebelum menjadikan keripik jamur kita siapkan dulu bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu:
Bahan yang perlu disiapkan :
- 500 gram jamur tiram putih yang masih segar
- 100 gram tepung beras putih
- 250 gram tepung maizena
- 1 butir telur ayam
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu yang di gunakan:
- 1/2 sendok makan ketumbar
- 1 sendok makan garam
- 4 siung bawang putih
Langkah pembuatan jamur tiram sebagai berikut:
1. bersihkan jamur crispy lalu peras airnya dengan cara perlahan-lahan, selepas itu suwir-suwirkan
2. ulek seluruhnya bumbu yang akan digunakan untuk membuat rasa
3. pada satu wadah anda satukan tepung maizena serta tepung beras, campur seluruhnya, lalu pisahkan
4. kocok telur pada mangkok. Lalu, masukkan bumbu halus dan aduk rata
5. tuangkan bumbu pada kombinasi tepung serta beri air secukupnya. Aduk adonan hingga rata
6. oleskan jamur atau langsung ceburkan seluruhnya, pastikan bumbu melapisi jamur dengan rata
7. Terakhir, panaskan minyak serta goreng sampai berwarna kekuningan, angkat lalu tiriskan. Jangan lupa untuk menyimpannya di tempat yang kering atau plastik yang kedap udara, tujuannya agar keripik jamur tiram supaya tetap crispy.
Selamat Mencoba :)
Selasa, 08 Maret 2016
Langganan:
Postingan (Atom)


